iht panca waluya sman 4 sukabumi

Pelaksanaan In House Training (IHT) Panca Waluya SMAN 4 Sukabumi: Penguatan Karakter Berbasis Budaya Sunda

Kegiatan peningkatan kualitas pendidik terus menjadi perhatian utama di lingkungan sekolah, termasuk di SMAN 4 Sukabumi yang secara konsisten menghadirkan berbagai program penguatan kompetensi dan karakter guru. Salah satu program yang dilaksanakan adalah In House Training (IHT) Panca Waluya yang diselenggarakan pada tanggal 5–6 Februari 2026. Kegiatan ini menjadi bagian penting dari upaya sekolah dalam mengintegrasikan pendidikan karakter berbasis nilai budaya lokal ke dalam proses pembelajaran.

IHT Panca Waluya tahun ini mengusung tema “Ngawangun Karakter Linuhung ku Atikan nu Ngakar tina Budaya Sunda”, yang bermakna membangun karakter luhur melalui pendidikan yang berakar kuat pada budaya Sunda. Tema tersebut menegaskan komitmen sekolah dalam menghadirkan pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada prestasi akademik, tetapi juga pada pembentukan kepribadian yang berlandaskan nilai budaya.

Rangkaian kegiatan diawali dengan pembukaan oleh pembawa acara yang berlangsung khidmat, kemudian dilanjutkan dengan pembacaan doa sebagai bentuk harapan agar seluruh kegiatan berjalan lancar serta memberikan manfaat yang luas bagi para peserta. Suasana pembukaan yang tertib dan penuh semangat menjadi awal yang positif bagi seluruh rangkaian pelatihan.

Setelah pembukaan, peserta menyimak sambutan Kepala Dinas Pendidikan yang disampaikan melalui tayangan video. Dalam sambutan tersebut disampaikan dukungan penuh terhadap implementasi nilai-nilai Panca Waluya di lingkungan pendidikan, sekaligus ajakan kepada para guru untuk menjadi teladan dalam membangun karakter peserta didik.

Kepala sekolah dalam sambutannya menegaskan bahwa kegiatan IHT merupakan bagian strategis dalam memperkuat implementasi visi sekolah, yaitu mewujudkan insan yang berkarakter, unggul, adaptif, dan peduli terhadap lingkungan. Ia menekankan bahwa keberhasilan pendidikan tidak hanya diukur dari capaian akademik, tetapi juga dari kualitas karakter lulusan.

Lebih lanjut dijelaskan bahwa nilai-nilai Panca Waluya menjadi fondasi utama dalam pembentukan karakter tersebut. Nilai cageur mengajarkan pentingnya kesehatan jasmani dan rohani, bageur menekankan perilaku baik dan empati sosial, bener menguatkan integritas, pinter menumbuhkan kecerdasan, serta singer mendorong kreativitas dan ketanggapan dalam menghadapi perubahan.

Sambutan berikutnya disampaikan oleh Pengawas Pembina dari KCD V yang memberikan arahan sekaligus motivasi kepada seluruh peserta. Ia mengingatkan bahwa keberhasilan pelatihan tidak hanya diukur dari pelaksanaan kegiatan, tetapi dari sejauh mana hasil pelatihan dapat diimplementasikan dalam pembelajaran sehari-hari di kelas.

Selama kegiatan berlangsung, para guru mengikuti setiap sesi dengan penuh antusias dan partisipasi aktif. Berbagai diskusi kelompok, sesi refleksi, serta kegiatan praktik berlangsung dinamis, menunjukkan tingginya komitmen para pendidik dalam meningkatkan kualitas pembelajaran berbasis karakter.

Interaksi yang intensif antar peserta juga memperlihatkan semangat kolaborasi yang kuat. Para guru saling berbagi pengalaman, strategi pembelajaran, serta gagasan inovatif yang dapat diterapkan untuk menanamkan nilai-nilai Panca Waluya kepada peserta didik secara lebih efektif dan kontekstual.

Melalui penyelenggaraan IHT Panca Waluya ini, diharapkan sekolah semakin mampu mengembangkan sistem pendidikan yang seimbang antara prestasi akademik dan pembentukan karakter. Dengan demikian, lulusan yang dihasilkan diharapkan menjadi generasi yang sehat, berintegritas, cerdas, kreatif, serta memiliki kepedulian tinggi terhadap lingkungan dan budaya bangsa.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *